
Brigjen Yustan Alpiani Resmi Gantikan Helfi Assegaf sebagai Kapolda Lampung
Share your love

Bandar Lampung, FOROS TANAH LAUT.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan penyegaran organisasi melalui mutasi sejumlah pejabat. Dalam perombakan tersebut, Brigjen Pol Yustan Alpiani dipercaya mengemban jabatan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung, menggantikan Irjen Pol Helfi Assegaf.
Pergantian pucuk pimpinan Polda Lampung itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Mutasi tersebut menjadi bagian dari perombakan organisasi Polri yang mencakup 199 personel, terdiri atas Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen).
Mutasi jabatan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam memperkuat institusi sekaligus mendukung pembinaan karier personel. Pergantian pejabat diharapkan mampu menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian serta meningkatkan efektivitas kinerja organisasi di berbagai wilayah.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menjelaskan, penempatan personel dalam jabatan baru dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, hingga integritas.
Menurutnya, prinsip meritokrasi menjadi salah satu landasan penting dalam menentukan personel yang memperoleh kepercayaan untuk menduduki jabatan tertentu. Dengan demikian, setiap pejabat diharapkan mampu menjalankan tanggung jawab sesuai dengan kapasitas dan profesionalitasnya. “Prinsip meritokrasi menjadi bagian penting agar setiap personel yang mendapat amanah jabatan mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab,” ujar Johnny dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).
Seiring dengan pergantian tersebut, Johnny berharap para pejabat yang mendapatkan penugasan baru dapat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan karakteristik wilayah masing-masing.
Kemampuan memahami kondisi daerah dinilai penting agar pelaksanaan tugas kepolisian dapat berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ia juga menekankan bahwa setiap pejabat harus tetap menjaga integritas serta mengedepankan pelayanan kepolisian yang profesional dan responsif.
Hal itu menjadi bagian penting dalam menjalankan fungsi kepolisian, terutama dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. “Setiap pejabat diharapkan segera menyesuaikan diri, menjaga integritas, serta menghadirkan kinerja yang profesional dan responsif.
Pada akhirnya, seluruh pelaksanaan tugas kepolisian harus berorientasi pada pelayanan dan kepentingan masyarakat,” katanya. Lebih lanjut, Johnny menyampaikan bahwa penguatan organisasi melalui mutasi jabatan diharapkan berjalan seiring dengan komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari langkah institusi dalam menjaga dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.Kepercayaan publik menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Karena itu, setiap pejabat yang menerima amanah baru diharapkan mampu menunjukkan kinerja yang terukur, menjaga profesionalitas, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas.
Menutup keterangannya, Johnny menegaskan bahwa semangat penguatan organisasi tersebut sejalan dengan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memberikan pelayanan terbaik. “Semangat tersebut sejalan dengan tagline Polri, ‘Polisi Bersama Masyarakat’. Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutup Johnny.(forostanahlaut.com-foto:ist/pikiranlampung)










